Proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Minggu, 25 September 2016

Kemuliaan Lembaga Ilmu

Saat ini sebagian anak sedang berbahagia, karena mereka akan menjalani kehidupan barunya sebagai siswa/santri di sekolah baru. Rasa berdebar-debar, senang bercampur dengan penasaran pastinya menyelimuti hati mereka. Masa orientasi sekolah juga beragam, dari yang positif sampai yang negative.  Ada yang bersemangat menyambut hari pertama sekolahnya, dan juga sebaliknya. seperti kejadian rutin yang terjadi di kota Demak; dimana pada hari pertama masuk, para orangtua sudah menunggu di depan pintu gerbang sejak subuh hanya untuk berebut bangku agar anak-anaknya dapat duduk belajar di bagian depan, supaya lebih jelas dalam menyimak pelajaran. Atau ada juga anak-anak yang berjalan ke sekolah dengan membawa aksesoris yang “aneh” sesuai  perintah dari panitia masa orientasi di sekolahnya.

Itulah gambaran dari euphoria anak-anak dan orangtua saat hari pertama masuk sekolah barunya. Namun mirisnya, seringkali masa orientasi ini hanya menjadi ajang hura-hura, perlakuan senior kepada junior, atau hanya legalitas sekolah saja. Hal itu yang sangat disayangkan, masa orientasi seharusnya dapat menjadi ajang penyesuaian diri anak dalam melakukan aktivitas belajar mengajar di lembaga pendidikannya. Artinya terbayangkah oleh kita jika siswa/santri baru masuk sekolah baru yang menghadirkan hura-hura, memakai aksesoris yang aneh, dsb maka sesungguhnya itulah gambaran cara pandang, suasana atau yang hendak diajarkan di dalam sekolah itu. Sehingga sangat disayangkan dan dikhawatirkan izzah (kemuliaan) sebuah lembaga ilmu akan berkurang, bahkan tidak ada. Jika lembaga ilmunya tidak mempunyai Izzah (kemuliaan), maka bagaimana dengan ilmu yang diajarkan ? kasihan...

Jadi, apa yang harus diajarkan ?

Menjadi pembahasan yang menarik. kira-kira apa yang dilakukan oleh seorang ahli ilmu seperti para ulama yang memiliki ilmu sangat dalam dan sangat luas diawal perjalanan menuntut ilmunya ?. ruang ini tidak akan cukup untuk membahasnya. Namun, ada satu hal yang sangat penting yang harus di berikan kepada anak-anak kita untuk mengawali perjalanan panjangnya menuntut ilmu dan itupula yang senantiasa di ajarkan oleh para ulama kita. Salah satu kisah ini dapat menggambarkan hal penting itu.

Mari kita simak…

“Aku berkata kepada ibuku, ‘Aku akan pergi untuk belajar.’ Ibuku berkata,‘Kemarilah!, Pakailah pakaian ilmu!’ Lalu ibuku memakaikan aku mismarah (suatu jenis pakaian) dan meletakkan peci di kepalaku, kemudian memakaikan sorban di atas peci itu. Setelah itu dia berpesan, ‘Sekarang, pergilah untuk belajar!’ Dia juga pernah mengatakan, ‘Pergilah kepada Rabi’ah (guru Imam Malik)! Pelajarilah adabnya sebelum engkau pelajari ilmunya!’.” (‘Audatul Hijaab 2/207, Muhammad Ahmad Al-Muqaddam, Dar Ibul Jauzi, Koiro, cet. Ke-1, 1426 H, Asy-Syamilah)

Subhanallah… satu hal itu bernama ADAB.

Seorang Imam Malik Rahimahullah yang sudah tidak diragukan lagi keilmuannya, kalimat yang pertama yang beliau terima untuk mengawali perjalanan panjang menuntut ilmunya sampai menjadi ulama besar adalah "Pergilah kepada Rabi’ah (guru Imam Malik)! Pelajarilah adabnya sebelum engkau pelajari ilmunya!.”  Sangat sederhana, namun jika itu keluar dari sebuah ketulusan mungkin tidak sesederhana yang disampaikan. Dan bukan hanya Imam MalikRahimahullah saja yang memahami hal itu, hampir semua para ulama sepakat bahwa adab adalah modal hal yang harus dimiliki oleh setiap penuntut ilmu,  Adz Dzahabi Rahimahullah berkata “Yang menghadiri majelis Imam Ahmad ada sekitar 5000 orang atau lebih. 500 orang menulis [pelajaran] sedangkan sisanya hanya mengambil contoh keluhuran adab dan kepribadiannya.” [Siyaru A’lamin Nubala’ 21/373, Mu’assasah Risalah, Asy-syamilah]

IMAM IBNU QASIM salah satu murid senior Imam Malik menyatakan,”Aku telah mengabdi kepada Imam Malik bin Anas selama 20 tahun. Dari masa itu, 18 tahun aku mempelajari adab sedangkan sisanya 2 tahun untuk belajar ilmu". (Tanbih Al Mughtarrin, hal. 12)

Berkata Abu Bakar Bin Al-Muthowi’i: “Saya keluar masuk di rumah Abu Abdillah (Imam Ahmad Bin Hambal) selama 12 tahun sedangkan beliau sedang membacakan kitab Musnad kepada anak-anaknya. Dan selama itu saya tidak pernah menulis satu hadits pun dari beliau, hal ini disebabkan karena saya datang hanya untuk belajar akhlaq dan adab beliau”. (Siyar A‘lamun Nubala’:11/316)

Berkatalah Abdullah bin Mubarakrahimahullah : “Aku mempelajari adab 30 tahun dan belajar ilmu 20 tahun, dan mereka dulu mempelajari adab terlebih dahulu baru kemudian mempelajari ilmu”. (Ghayatun-Nihayah fi Thobaqotil Qurro 1/446)

itulah adab, yang perlu diajarkan diawal sekali kepada mereka para penuntut ilmu. Agar ilmunya berkah. Dan setelah itu tugas para guru untuk memberikan adab atau contoh yang baik pada anak-anak.

Bukankah proses belajar mengajar kita terfokus kepada contoh ?

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (Al Ahzab : 21)

Karena mata mereka selalu melihat apa yang guru lakukan. Inilah poin penting yang seharusnya  di ajarkan saat masa orientasi di lembaga-lembaga pendidikan, banyak cara untuk menyampaikan dan memberikan pemahaman kepada anak tentang belajar adab dahulu sebelum belajar ilmu. Dan inilah yang terlupakan pada masa orientasi di lembaga pendidikan.

"Sesungguhnya ilmu ini adalah adabnya Allah, yang telah Allah ajarkan kepada Nabi-Nya dan demikian juga telah diajarkan oleh Nabi kepada ummatnya; amanatnya Allah kepada Rasul-Nya agar beliau melaksanakannya dengan semestinya. Maka barangsiapa yang mendengar ilmu maka jadikanlah ilmu tersebut di depannya, yang akan menjadi hujjah antara dia dan Allah 'Azza wa Jalla." ( Imam Malik ) (Al-Jaami' li Akhlaaqir Raawii wa Aadaabis Saami', 1/79)

Wallahualam

Penulis: ustadz galan sandy, Managemen kuttab al fatih pusat

http://cahayasiroh.com/cahaya-siroh/pemuda/314-yang-terlupakan-dari-masa-orientasi

Read More ..

Apa Itu Barokah?

APA ITU " BAROKAH"  ?

Barokah adalah kata yg  diinginkan oleh hampir semua hamba yg beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.

Barokah bukanlah cukup & mencukupi saja, tapi barokah ialah  ketaatanmu kepada الله dg segala keadaan yg ada, baik berlimpah atau sebaliknya.

Barokah itu: "albarokatu tuziidukum fi thoah" ~ barokah menambah taatmu kepada الله.

Hidup yg barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.

Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yg umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.

Tanah yg barokah itu bukan karena subur & panoramanya indah, karena tanah yg tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله tiada yg menandingi.

Makanan barokah itu bukan yg komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.

Ilmu yg barokah itu bukan yg banyak riwayat & catatan kakinya, tapi yg barokah ialah yg mampu menjadikan seorang meneteskan keringat & darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.

Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar & bertambah, tapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rizqi bagi yg lainnya & semakin banyak orang yg terbantu dg penghasilan tersebut.

Anak² yg barokah bukanlah saat kecil mereka lucu & imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tapi anak yg barokah ialah yg senantiasa taat kepada Rabb-Nya & kelak di antara mereka ada yg lebih shalih & tak henti²nya mendo'akan kedua Orang tuanya.

Semoga segala aktifitas kita hari ini penuh dng barokah بَارَكَ اللهُ فِيْك

Ahlan Wasahlan Mei barokah......

Read More ..

Gadget Free 18-21

Delapan Belas Dua Puluh Satu

Oleh: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Fasilitator Pelatihan Orangtua di 25 Propinsi 7 Negara
Founder komunitas Yuk-Jadi Orangtua Shalih
Penulis buku best seller "sebelum meminta anak shalih Yuk-Jadi Orangtua Shalih"

“Anak saya rusak gara-gara terpengaruh temannya!”. “Anak saya kena narkoba gara-gara terpengaruh si Aziz temannya!”. “Anak saya jadi membangkang gara-gara sejak bergaul dengan si Anu!” Pernah dengar perkataan orangtua seperti ini? Orangtua yang menyalahkan lingkungan pergaulan atas perilaku anaknya yang bermasalah?

Ayah Ibu, ketahuilah anak-anak bermasalah seperti itu memang bermasalah karena pengaruh pergaulan atau temannya. Tetapi itu sebenarnya hanya akibat, bukan penyebab utama. Lalu siapa penyebab utamanya? Ya orangtualah!

Anak-anak itu sejak 0 tahun lebih duluan kenal orangtua atau temannya? Orangtuanya kan? Lebih lama hidup dengan orangtua atau temannya? Orangtuanya kan?! Jadi karena orangtua lebih duluan kenal anak, lebih lama hidup dengan anak, daripada dengan teman-temannya, maka menurut Anda pengaruh siapa yang seharusnya lebih besar? Orangtua atau teman? Tentu orangtua bukan?

Jadi, jika ada anak lebih terpengaruh teman bukan terpengaruh orangtua, tandanya apa? Tandanya orangtua tak memberikan pengaruh. Mending jika pengaruh temannya positif, bagaimana jika pengaruh temannya negatif? Musibah.

Ini tidak berarti anak yang lebih terpegaruh teman, orangtuanya tidak mempegaruhi. Saya yakin sebagian besar orangtua yang anak bermasalah di dunia sudah mencoba mempengaruhi anak. Tapi pengaruhnya tidak masuk! Kenapa tidak masuk? Karena sebagian orangtua memberikan pengaruh pada anak, pendekatannya tidak tepat!

Seperti gelas yang terus diisi air terus menerus. Jika isi air tidak pernah dikeluarkan apa yang akan terjadi dengan gelas, jika gelas itu terus diisi air? Tumpah kan? Jika tumpah artinya air ini masuk tidak ke dalam gelas? Karena gelasannya kepenuhan. Bayangkan jika gelas itu anak dan air itu adalah “pesan-pesan” kebaikan orangtua.

Jadi lingkungan pergaulan itu sebenarna tak berpengaruh ya terhadap perkembangan anak? Saya tidak mengatakan itu! Pengaruah lingkungan pergaulan anak menjadi kecil atau besar bergantung seberapa “masuk” pengaruh orangtua yang diterima anak.

Andaikan isi gelas itu 100% maka tinggal dihitung saja, jika pengaruh orangtua lebih banyak yang masuk maka otomatis pengaruh lingkungan pergaulan akan kecil. Tetapi sebaliknya, jika pengaruh orangtua lebih sedikit maka otomatis pengaruh lingkungan pergaulan anak akan memiliki pengaruh lebih besar.

Bagaimana agar anak lebih terpengaruh orangtua bukan terpengaruh oranglain? Apalagi lingkungan pergaulan yang buruk? 

Ada banyak yang harus dilakukan orangtua di rumah. Saya menjelaskan panjang lebar dalam kelas-kelas belajar bersama saya. Tapi saya di sini ingin mengungkapkan satu saja: berikan waktu anda untuk anak!

Ada banyak waktu baik untuk kita bisa mempengaruhi anak kita, sebelum anak kita dipengaruhi orang lain. Waktu terbaik pertama adalah saat di pagi setelah subuh sampai menjelang berangkat kerja bisa jadi adalah waktu terbaik untuk mereka, terutama untuk para ayah yang bekerja.

Jika di siang hari jelas orangtua tidak bisa mendampingi karena tengah di kantor atau menjalankan tugas kerja di lapangan. Di sore hari bisa jadi malah menjadi sisa: tenaga sisa, waktu sisa! Apakah yakin bisa optimal? (tulisan ini sudah dijelaskan panjang lebar di tulisan saya yang lain dengan judul “Quality Time di Pagi Hari”).

Waktu di pagi hari adalah waktu yang sebaiknya kita berikan untuk anak kita setiap hari, tanpa harus menunggu akhir pekan saat hari libur tiba. Jika hanya saat ibur kita 2 hari kita berikan dan kerja 5 hari tidak, jangan-jangan anak kita 5 hari terpengaruh orang lain, hanya 2 hari terpengaruh kita? Rugi dong! Mending jika yang mempengaruhinya adalah pengaruh baik dari sekolah atau teman pergaulan yang baik, lah kalau tidak?

Waktu terbaik kedua adalah antara jam 18 sampai jam 21 malam. Karena itu saya berikan judul tulisan ini adalah DELAPAN BELAS DUA PULUH SATU. Megapa DELAPAN BELAS DUA PULUH SATU?

Pertama, waktu itu adalah waktu dimana sebagian besar anggota keluarga biasanya berkumpul. Saat di siang hari, Salah satu orangtua (ayah atau ibu) atau mungkin keduanya sedangkan bekerja. Atau anak-anak juga sekolah untuk yang sudah sekolah. Sore hari? Biasanya anak-anak masih merasa kelelahan, demikian juga orangtua. Maka waktu antara magrib sampai menjelang tidur adalah menjadi pilihan.

Kedua, saat bangun tidur dan hendak tidur, adalah waktu dimana gelombang otak anak dalam keadaan santai. Orang-orang yang mengkaji neurologhy biasanya menyebut dengan sebutan gelombang alpha. Saat mau tidur dan bangun tidur, biasanya tubuh anak dalam keadaan tenang, pikiran pun mengikuti keadaan tubuhnya, tenang. Maka nilai-nilai orangtua yang akan ditembakkan pada anak saat momen ini bisa menjadi salah satu momen terbaik untuk mempengaruhi hidup anak.

Di rumah saya, sekeluarga makan malam itu dibiasakan sebelum magrib. Maka DELAPAN BELAS DUA PULUH SATU adalah waktu dimana ada banyak kelapangan antaranggota keluarga saling berinteraksi dan mempengaruhi.

Setelah sholat magrib yang wajib berjamaah (anak laki-laki di masjid) dan anak perempuan di rumah. Selama 2-3 jam selanjutnya ada banyak kegiatan BERSAMA yang dapat dilakukan. Yang menjadi SOP (standar) wajib pertama adalah tadabbur Qur’an. S1 wajib membimbing S2 (lima anak saya semuanya berawal dari huruf “s” jadi kami sering menyingkat s dengan urutan angka) . S2 membimbing S3. S4 dan S5 belum diberikan kesempatan belajar. Sedangkan S1 dibimbing ayahnya atau ibunya.

Orang-orang mungkin menyebutnya dengan sebutan MAGRIB MENGAJI. Untuk soal ini kami bersikukuh harus orangtuanya yang membimbing, bukan “outsourcing” kepada yang lain. Bahwa anak-anak juga belajar di sekolahnya, itu kami anggap sebagian bantuan penting.

Jika masih ada waktu menjelang isya, kami bebaskan anak-anak untuk bermain dengan  saudaranya. (kecuali anak yang besar yang sibuk yang membuat saya sedih “karena dia terus berkutat dengan buku-buku latihan soalnya, menjelang ujian).

Sop wajib kedua sepanjang DELAPAN BELAS DUA PULUH SATU adalah bercerita, mendongeng atau berkisah. Biasanya dilakukan setelah sholat Isya agar waktunya panjang. Bisa ngarang sendiri, bisa baca dari buku-buku yang ribuan buku sudah tersedia di rak-rak yang memenuhi rumah, bisa dari internet, bisa dari cerita yang didapatkan waktu kita kecil. Kadang mempelajari isi dan makna ayat dibalik ayat yang anak-anak baca (tinggal buka tafsirnya yang sudah tersedia).

Kegiatan ketiga, tambahan selama DELAPAN BELAS DUA PULUH SATU adalah ngobrol, diskusi dan cerita soal kegiatan-kegiatan mereka dari pagi sampai sore. Yang bikin senyum, yang bikin ketawa. Anak-anak wajib cerita 1 cerita/kegiatan  agar jadi pembiasaan untuk komunikasi terbuka (curhat).

Kegiatan keempat sepanjang DELAPAN BELAS DUA PULUH SATU adalah MENGERJAKAN TUGAS TERAKHIR. Dalam rangka mengembangkan “respect and responsibility” di rumah sejak usia 7 tahun anak-anak saya wajib dilatih mengembangkan 12 kompetensi sederhana di rumah yang akan berguna untuk dirinya sendiri kelak di masa depan. Diantara 12 kompetensi itu salah satunya adalah terampil terlibat dalam kegiatan rumah tangga.  Hasil “syuro” anak-anak sendiri yang saya ingat ini tugas mereka:

S1: membereskan meja makan, membereskan sepatu/sandal di luar rumah, mencuci piring sore Jum’at-Minggu
S2: membereskan mainan, mengunci pagar dan pintu depan, mematikan lampu-lampu, mencuci piring sore Selasa-Kamis
S3: membereskan buku-buku, menyiapkan air putih untuk setiap kamar (agar tak perlu ke dapur jika terbangun tengah malam kehausan).

Membangun kemandirian dan tanggung jawab tidak dapat dilakukan setahun dua tahun apalagi sehari dua hari. Ini membutuhkan waktu tidak sebentar. Maka mumpung mereka masih hidup dengan saya, hadir di dekat saya, saya harus membimbing mereka untuk setidaknya bertanggung jawab setidaknya pada dirinya sendiri. Syukur-syu kur kepada orang lain. Jika anak sudah bertanggung jawab pada dirinya sendiri, setidaknya jika tidak bermanfaat untuk orang lain, saya berharap anak saya tidak menyusahkan hidup orang lain. Semoga.

Meski memiliki asisten rumah tangga, tidak menghalangi saya untuk melatih anak-anak saya melakukannya. Saya tidak mau anak-anak saya "dilemahkan" hanya gara-gara kehadiran asisten rumah tangga.

Bahkan di rumah saya, anak-anak "diharamkan" meminta bantuan asisten rumah tangga untuk hampir semua urusan sepanjang mereka dapat melakukannya sendiri. Saya sering bilang "Bibi sama Mang supir kerja sama Abah Umi, digaji sama Abah Umi, bukan sama kalian. Maka kalian tak berhak untuk memerintah Bibi dan Mang."

Mereka diperbolehkan meminta bantuan dengan syarat: pekerjaan tidak bisa mereka lakukan sendiri, meminya izin abah ummi, meminta dengan sopan "boleh minta tolong?"

Satu hambatan harus disingkirkan agar pengaruh kita benar-benar serius masuk menjadi fikroh anak yaitu kompetitor kita di rumah: gadget dan segala jenis barang elektronik.

Bukti keseriusan, pada saat DELAPAN BELAS DUA PULUH SATU, terapkan no gadget (no bbm, no facebook, no intetnet) no tv! Turn off all that stuff! Boleh buka barang itu setelah Lewat DELAPAN BELAS DUA PULUH SATU yaitu ketika anak-anak sudah tidur. Berani?!

https://www.facebook.com/ParentingSchool/posts/10153169524109029

Read More ..

Doa dan Dzikir Mohon Kebaikan

Doa dan Dzikir mohon kebaikan

Ya Alloh, hadirkanlah bulan ini kpd kami dgn penuh rasa aman dan pancaran iman,, dgn penuh kedamaian dan keindahan islam... semoga bulan ini hadir dgn membawa pentunjuk dan kebaikan…
wahai bulan, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Alloh

*do'a ini bisa dibaca jg utk bulan2 lainnya, tdk hanya utk bln romadhon sj.
😊🙏

“siapa saja yang baca tiap harinya saat pagi dan petang : ‘hasbiyallahu laa ilaha illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa robbul’arsyil ‘azhim’ (cukuplah Allah, tidak ada tuhan selain Dia, aku bertawakkal kepada-Nya dan Dialah Tuhan yang memiliki ‘arsy Yang Maha Agung), tujuh kaliMaka Allah akan mencukupi apa yang menjadi keinginannya di dunia dan akhirat.
http://yusufmansur.com/enteng-tapi-masya-allah/16/

Read More ..

Bagaimana Memulai Homeschooling

Home Schooling, bagaimana memulainya
🔈: Mira Julia

Host     : Fatma
Co host: Novita
Admin  : Wida

Materi:
Memulai Homeschooling

Mira Julia

Anda tertarik dengan konsep Homeschooling (HS)? Atau mungkin sudah menimbang untuk mencobanya? Memilih HS untuk anak bukan hal sederhana, banyak hal yang perlu disiapkan orangtua agar dapat menjalaninya dengan baik dalam jangka panjang. Di antara persiapan itu adalah:
1. Mempelajari Homeschooling
Anda perlu belajar & mencari tahu banyak tentang homeschooling, karena filosofi, konsep dan cara kerja HS berbeda dengan sekolah yang kita kenal. HS bukan memindahkan sekolah ke rumah. HS bukan mendaftar & menitipkan anak ke sebuah lembaga tertentu.
2. Bertemu Praktisi Homeschooling
Bertemu & berinteraksi dengan praktisi HS perlu dilakukan untuk mendapatkan sense praktek HS yang sesungguhnya & memperkaya pengetahuan/teori yang Anda sudah dapat dari buku/internet.
3. Mengenali Alasan & Tujuan Homeschooling
Diskusikan dengan pasang & anak (jika sudah bisa diajak diskusi). Karena HS berangkat dari keluarga, maka penting bagi tiap keluarga untuk memulai HS dengan merefleksikan alasan & tujuan mengapa melakukannya.

Secara sederhana, alasan & tujuan homeschooling biasa berangkat dari:
- Orangtua sering berpindah-pindah pekerjaan
- Anak mengalami masalah di sekolah (bully, trauma, dll)
- Anak terlalu cepat/lambat dibanding teman2nya di sekolah
- Concern terhadap kondisi sekolah. Mis: keamanan, tawuran, peer-pressure dsb

Tapi bisa juga karena orantua memiliki bentuk pendidikan ideal yang diinginkan, misal:
- Visi pendidikan yang berbeda dengan sekolah pada umumnya
- Orangtua ingin mengarahkan anak pada bidang tertentu, misal menjadi penghafal Al Quran, pebisnis dll.

Pengenalan alasan ini perlu dilakukan suami-istri untuk menyamakan persepsi & ekspektasi dalam menjalani homeschooling dan menjadi basis dalam merancang Homeschooling seperti apa yang akan dijalani keluarga itu. Karena:
1. Setiap keluarga unik dan HS sangat menghargai keragaman dan keunikan setiap keluarga. Di sinilah pentingnya setiap keluarga merumuskan visi pendidikan yang paling sesuai dengan visi keluarga.
2. Perjalanan HS bukan hanya ll cerita indah. HS adalah proses rintisan & perjuangan sehingga orangtua perlu membuat rancangan yang sesuai dengan kebutuhan & kondisi masing-masing.
3. Rancangan HS ini bisa menjadi pemandu dalam pelaksanaan HS. Membantu dalam pemilihan model HS, kurikulum, pola kegiatan, materi belajar, juga bermanfaat menjadi alat pembanding saat orangtua melakukan evaluasi praktek HS.
4. Rancangan HS bisa menjadi sarana untuk berkomunikasi dengan pihak luar, khususnya pemerintah dalam konteks pengurusan legalitas HS.

Bagaimana bentuk Rancangan Homeschooling?
Sesungguhnya tidak ada sebuah standar tertentu bagaimana sebuah Rancangan HS dibuat. Ada keluarga yang membuatnya sangat sederhana, misal: yang penting anaknya berakhlak mulia & menjadi penghafal AlQur’an. Ada yang membuat rancangan menekuni hal yang disukai anak & melanjutkan ke perguruan tinggi.

Tapi ada yang membuat rancangan dengan lebih lengkap. Misal:
- Akidah yang lurus
- Memiliki penghidupan yang layak
- Menemukan & menjalani minat/passion
- Bermanfaat bagi orang lain

Ada juga seperti keluarga pak Dodik & bu Septi yang memiliki visi “inquiry-based learning” yang menekankan pada:
- Intelectual Curiosity
- Art of Discovery
- Creative Imagination
- Noble attitude

Contoh lain adalah keluarga kami yang memilih pendekatan praktis vokasional & profesional. Beberapa hal yang kami identifikasikan sebagai benang merah proses belajar anak-anak kami antara lain:
a. Akhlak kepada Tuhan, Sesama, dan Semesta
b. Bahasa, komunikasi & keterampilan sosial
c. Keingintahuan (curiosity)
d. Logika & matematika
e. Kreativitas & seni
f. Teknologi
g. Kesehatan & kebugaran

Tips Membuat Rancangan Homeschooling
- Niatkan untuk membuat rancangan HS
- Lakukan dialog dengan pasangan
- Lakukan dialog berulang untuk mempertegas kesepakatan dengan pasangan
- Buat rumusan yang sederhana, dapat dimengerti & operasional
- Tulis dan formalkan kesepakatan
- Rancangan yang bertumbug & berkembang

*materi disarikan dari eBook Membuat Rancangan Homeschooling oleh Sumardiono (www.RumahInspirasi.com)

Moga bermanfaat!

📚📚📚📚📚📚📚📚?

SESI TANYA JAWAB

1⃣ Anak saya baru 5 tahun, saya ada rencana HS, tetapi sepertinya kalau di ajarkan ibu nya sendiri susah, te. tapi kalau bareng anak2 lain dan diajarkan gurunya nurut, gmn ya bun buat merayunya..(skrng baru TK A)
1⃣.Homeschooling itu sebenarnya bukan "bagaimana cara mengajar", tapi HS itu sebenarnya adalah pilihan jalan kehidupan. Kita sama-sama belajar. Dan untuk merayu anak usia TK, kalau dari pengalaman teman -teman praktisi yaaa mereka memang harus bisa menawarkan kegiatan yang asyik untuk anaknya.
Karena anak usia TK itu kan tidak akan paham kalau kita berikan logika yang rumit. Mereka akan condong pada hal yang membuatnya bahagia. Di situ kuncinya. Masuk dari hal yang disukainya ✅
2⃣.sy tertarik HS bun... bagaimana caranya agar anak2 lulusan HS bs dapat diakui dan mendapat legalitas? hrs mendaftar ke lembaga jg kah bila HS?
-ummi rifqi-
2⃣.Untuk legalitas saat ini kita bisa mengikuti via PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat). Melalui PKBM anak-anak homeschooling bisa mendapatkan ijazah kesetaraan paket A (SD) -B (SMP) - C (SMA). Satu hal yang pasti. Homeschooling adalah pendidikan berbasis KELUARGA, bukan berbasis LEMBAGA. Sayangnya di Indonesia homeschooling saat ini dibisniskan oleh lembaga2 kursus yang bisa menjual lebih mahal ketika diberi label homeschooling. 2. Untuk legalitas saat ini kita bisa mengikuti via PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat). Melalui PKBM anak-anak homeschooling bisa mendapatkan ijazah kesetaraan paket A (SD) -B (SMP) - C (SMA). Satu hal yang pasti. Homeschooling adalah pendidikan berbasis KELUARGA, bukan berbasis LEMBAGA. Sayangnya di Indonesia homeschooling saat ini dibisniskan oleh lembaga2 kursus yang bisa menjual lebih mahal ketika diberi label homeschooling. 2. Untuk legalitas saat ini kita bisa mengikuti via PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat). Melalui PKBM anak-anak homeschooling bisa mendapatkan ijazah kesetaraan paket A (SD) -B (SMP) - C (SMA). Satu hal yang pasti. Homeschooling adalah pendidikan berbasis KELUARGA, bukan berbasis LEMBAGA. Sayangnya di Indon byesia homeschooling saat ini dibisniskan oleh lembaga2 kursus yang bisa menjual lebih mahal ketika diberi label homeschooling.
untuk informasi: hanya di Indonesia, HS itu ada di RUKO2.... di negara2 selain Indonesia. homeschooling itu adalah pendidikan berbasis keluarga.✅
3⃣. Kalau untuk kurikulum disamakan dgn yang formal ya bu lala? Kita bisa mendapatkannya dmn?
Bunda fika
3⃣.Kalau acuannya adalah mendapatkan ijazah, kita bisa mengikuti kurikulum nasional. Dan kita bisa mendapatkannya di toko buku atau unduh gratis di http://bse.kemdikbud.go.id/buku/kurikulum2013  Tapi sesungguhnya potensi homeschooling itu jauh lebih luar biasa daripada sekedar mengejar ijazah lhooo bunda Fika 😉 ✅
4⃣.Bismillah
Orang banyak mem posting kegiatan anaknya dengan hashtag #sensoryplay #sensorybin #learningthroughplay #emiliareggio#montessoriathome misalnya bermain pasir/beras/garam warna atau mencorat2/menggambar jalan dengan kapur atau membantu ibu mencuci beras apakah itu termasuk home schooling ? Awalnya saya yakin kegiatan2 diatas adalah bagian dari homeschooling tapi ada juga yang bilang itu hanya sekedar permainan. Mohon infonya. Saya banyak mengajak anak2 berkegiatan seperti hashtag2 diatas. Terima kasih (titis)

4⃣.Homeschooling itu adalah: orangtua yang mengambil keputusan untuk mengambil alih pendidikan anak mereka. Jadi kalau orangtua menyekolahkan anaknya tapi melakukan kegiatan  bermain bersama anak, itu adalah proses parenting. Belum tentu homeschooling. ✅

4⃣.Walaupun disitu ada nilai2 edukasinya? (Host)

4⃣. Kan setiap orangtua berhak mengedukasi anak2nya :hanya saja terminologi istilah homeschooling itu adalah untuk orangtua yang memilih untuk mendidik anaknya sendiri atau tidak menyekolahkan anaknya. Maksud saya.. edukasi mah edukasi aja. Mau anaknya sekolah atau tidak kan memang sebaiknya orangtua mengalokasikan waktunya untuk berkegiatan dengan anaknya. Tapiiii kalau mengacu pada istilah homeschooling, bukan dilihat dari kegiatannya tapi dilihat dari apakah anak itu sekolah atau tidak
5⃣. Bu Lala,  web2 apa saja yg bu Lala rekomendasikan sbg inspirasi kegiatan HS?
Selain rumahinspirasi tentunya
Bu inten

5⃣.waaa ada banyak sekali.. bersahabatlah dengan mesin pencari (google). karena ada banyak sekali materi inspirasi kegiatan yang bisa di dapat di sana. Misal untuk belajar gratis bisa di https://www.khanacademy.org/
https://code.org/
https://www.cursera.org/

kalau untuk kegiatan anak2 usia dini bisa di http://kidsactivitiesblog.com/

atau lihat di bookmark saya aja: https://www.pinterest.com/mirajulia/ ✅

6⃣Tahapan memulai hs itu kalo sejak usia 2 th, seprti apa?
Apakah yg hs itu bisa bersosalisasi denga baik sama temen temennya
Novita

6⃣.Kalau usia 2th itu banyak eksplorasi dan main. Panduannya bisa melihat dari checklist indikator perkem..bangan anak sesuai usia. Bisa diunduh gratis di http://rumahinspirasi.com/checklist-indikator-perkembangan-anak-usia-2-3-tahun-diknas/
Untuk sosialisasi. JUSTRU alasan saya homeschooling adalah supaya anak saya punya pergaulan yang luas tidak hanya dengan teman sekolahnya saja. Dengan homeschooling saya ingin anak saya punya waktu lebih banyak untuk bergaul/bersosialisasi 😍✅

6⃣.Jadi sering berpetualang gitu ya bu lala, kalau istilah IIP tour de talent?
hehe.. (host)

6⃣.logikanya aja deh mbak. Kalau sekolah itu kan berarti dalam rentang sekian belas tahun kita berada dalam satu kondisi yang membuat kita bergaul dengan teman sepantar. Padahal dalam kehidupan nyata, kita tidak pernah berada dalam suasana yang usianya sepntar. Misal: di kantor, bos, relasi, anak buah usianya jarang yang sepantar kan? Di rumah, di lingkungan perumahan, di tempat kegiatan. Jadi sebenarnya sosialisasi di sekolah itu sosialisasi horizontal, padahal di dunia nyata sosialisasinya vertikal.✅

7⃣. Apa keuntungan dan kerugian jika kita mendaftarkan anak kita secara legal lwt PKBM?
Krn setahu saya, nntnya akan ada evaluasi berupa ujian gt dr pihak PKBM. Brarti mau ga mau, anak harus menguasai materi tsb, walaupun tdk sesuai dgn keinginan anak?
.Sifa.

7⃣.maksudnya keuntungan atau kerugian itu bagaimana mbak? Setiap pilihan itu kan ada konsekwensinya. Berbeda dengan dunia sekolah yang semuanya HARUS.... Dalam homeschooling itu kata kuncinya adalah BOLEH. Boleh pakai ijazah boleh tidak, boleh pakai kurikulum boleh tidak, boleh daftar PKBM boleh tidak. Makanya tadi di awal... sebelum mulai homeschooling, orangtua harus menggali dulu visi keluarga dan visi pendidikannya. Lalu lihat, apakah homeschooling jalan untuk mencapai visi itu? Kalau ternyata sekolah ya sekolah lah, kalau pesantren ya pesantren lah.. karena niscaya setiap jalan pendidikan itu adalah jalan. Tidak ada jalan yang terbaik, yang ada adalah jalan yang palin cocok dengan keluarga masing2.✅
8⃣. Kalau saya baca materinya, berarti setiap keluarga itu memakai pendekatan masing2, tergantung visi misinya, kalau pendekatan vokasional itu seperti apa bu?

8⃣.Pendekatan praktek bukan teori 😉✅
9⃣. Perlu gak utk ortu terus menguatkan knowledge ttg permen yg berkaitan dgn hs?
Dan bagaimana kah pengaruh peraturan tsb kpd para praktisi hs?
Bunda adit

9⃣.Pada kenyataannya, hukum di Indonesia itu sangat mudah berubah. Apa yang menjadi kebijakan di pemerintahan kali ini, belum tentu menjadi kebijakan pemerintahan mendatang. Kalau buat kami, yang paling penting adalah menyiapkan anak-anak yang berkualitas, yang mampu untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi bangsanya. Di situlah kami memfokuskan energi kami sebagai orangtua homeschooling. ✅

🌹KESIMPULAN🌹
Sekali lagi, homeschooling itu adalah pendidikan berbasis keluarga... BUKAN berbasis lembaga
jangan pernah takut pada ancaman dari oknum2 pedagang homeschooling yang (mungkin) menakut2i jika ujung2nya adalah harus mendaftar (BAYAR) di tempatnya...
di permen itu kita mendaftarnya langsung ke DIKNAS.. bukan ke lembaga

Pedagang hs? Seperti apa bu? (Host)

tapi sekali lagi.. itu baru mulai, belum merata. Jika di tempat teman2 sudah ada diknas yang membuka tangan, silakan mendaftar.. tapi jangan sampai mendaftar melalui pedagang hs = lembaga kursus yang memberikan nama homeschooling XYZ di depan rukonya

Kalau pkbm itu gimana?

bukan lembaga homeschooling XYZ yang banyak franchisenya dan berharga jutaan untuk uang pangkal
karena homeschooling bukan sekolah. homeschooling itu pendidikan berbasis keluarga.
kalau pkbm itu berbeda.. dia itu fungsinya untuk tempat kita mendapatkan ijazah. tidak ada hubungannya dengan homeschooling.karena orang yang tidak homeschooling pun misal karena putus sekolah juga bisa mendapatkan ijasah melalui PKBM jadi kalau bayar ke PKBM ya it u dalam kefungsian untuk mendapatkan ijazah kesetaraan..
bukan karena daftar homeschooling..

Read More ..