Proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Senin, 11 Oktober 2010

Positive Parenting

Why parent need to learn about positive parenting?

What need to do to be a positive parent?

Most of parents believe, they will be a good parent someday without any preparation or training.

Unfortunately, not all parent succeed to deal with their children. They even get frustrated because of their children misbehavior. All the frustration emerges as a result of parent's absent in realizing factor why the children behave like that.

Parent can't just hoping that all the misbehavior will disappear as they grow up. This unfinished business can lead to bigger problem that can be dangerous both for parent and for the children, even for the environment where they live.

Parent should proactively treat the misbehavior. it is good to see that nowadays, lots of information and education about positive parenting are provided whether on the internet or books. some institution even hold parent class or parent consultation that can help parents who have trouble in raising their children.

As parent, we always want our children grow up as confident, happy, and success person. Parents should have vision what character they want their children to have in the future.

That is why the lesson of positive parenting is needed. By learning to be positive parent and put the lesson into daily life in family, we can expect our children to have better qualities of life.
Read More ..

Parenting Skills Parents Should Have

Parenting Skills Parents Should Have

Positive parenting requires parents to have some skills. There are some parenting skills parents should have.

1. Discipline
Disciplining a child needs special strategy. We want our children to do their tasks with their own will, without fear. So parents should find the best way in disciplining children with love. As parents, we can teach them to be responsible by motivating them internally, as well as building their self esteem. Teaching discipline with physical punishment is effective for teaching them to use agression to deal with any situation.

2. Emotional intelligence
Emotional intelligence is a capacity to recognize the emotions and then to manage them. Parent who has high capacity in emotional intelligence tend to have children with high emotional intelligence. This is because children's parent knows how to counter the emotional situation. Parent use the situation as a chance to teach the children how to deal with their emotions and feelings. Unfortunately, not all parent realize the precious moment brought by the situation with emotional tension, and try to instantly finish the trouble using the wrong way.

3. Communication
Above of all, parents should improve their skill in communicating with child. Read More ..

Kamis, 23 September 2010

Tentang ASI Perah

Bayi berusia 0-6 bulan harus mendapatkan ASI, dan hanya ASI sebagai sumber kehidupannya. Susu formula diberikan jika memang ada keadaan yang sangat tidak memungkinkan bagi si bayi mendapatkan ASI ibunya. Meskipun begitu, ada cara yang masih dapat dilakukan agar bayi dapat tetap memperoleh ASI dalam keadaan seperti itu.

Bahasan tentang ASI perah mungkin dapat memberikan solusi bagi bayi yang tadinya tidak mungkin bisa mendapatkan ASI.

Mengapa ASI perah?

ASI perah adalah ASI yang dipompa atau diperah, lalu disimpan untuk diberikan kepada bayi nantinya.

Alangkah lebih mudahnya dan lebih baik bila bayi dapat memperoleh ASI langsung dari payudara ibunya. Namun ada kalanya, karena keadaan tertentu bayi tidak dapat bertemu dengan ibunya untuk beberapa saat, atau dengan kata lain ibunya tidak bisa berada dekat bayinya setiap saat. Keadaan ini karena beberapa faktor, antara lain:
1. ibu bekerja
2. ibu sedang bepergian jauh
3. ibu sedang sakit dan dirawat di RS
4. bayi harus mendapatkan perawatan tertentu di RS
5. ibu sang bayi meninggal
6. ibu benar-benar tidak bisa mengeluarkan ASI dari payudaranya sendiri

Semua keadaan tersebut bisa saja terjadi. Tapi apakah lantas bayi harus kehilangan haknya untuk mendapatkan ASI?

ASI perah bisa menjadi solusi. Ibu dapat memerah atau memompa ASInya sendiri untuk kemudian disimpan dalam lemari es atau freezer untuk menjaga keawetan kandungannya supaya dapat tetap dikonsumsi meskipun telah disimpan berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan hingga berbulan-bulan (3 – 6 bulan).

Sehingga ketika tiba saatnya ibu bekerja atau harus bepergian jauh tanpa bisa membawa serta bayinya, bayi tetap dapat mendapat asupan ASI yang mencukupi. Bahkan beberapa ibu menyusui ada yang memiliki kelebihan stok ASI perah dalam lemari esnya. Jika sang ibu menghendaki, ASI simpanan tersebut dapat didonorkan kepada bayi-bayi lain yang kurang beruntung (yang tidak memiliki ibu yang menyusuinya karena sang ibu sakit atau meninggal).

Bagi ibu yang tidak bekerja, tentunya akan lebih mudah menyusui langsung bayinya. Namun ada baiknya ibu mempersiapkan stok ASI perah untuk berjaga-jaga dari beberapa kemungkinan di atas.


Cara memerah atau memompa ASI.

Memerah ASI bisa menggunakan alat pompa yang dijual di toko atau bisa juga menggunankan tangan. Tidak ada yang lebih baik dari yang lainnya, karena kedua alat terebut (tangan atau pompa) sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal ini tergantung kenyamanan sang ibu untuk memilih yang paling sesuai.

Cara memerah ASI memakai tangan:

1. Bersihkan kedua tangan
2. Usahakan ibu dalam keadaan yang rileks
3. Letakkan ibu jari pada payudara bagian atas dan 2 jari lainnya (telunjuk dan tengah) pada payudara bagian bawah. Setiap jari berada pada jarak 1 hingga 1,5 cm dari areola. Di sinilah terletak gudang asi.
4. Tempatkan wadah penampung asi di bawah puting dan areola.
5. Gerakkan jari-jari tersebut dengan gerakan menekan dan melepas.
6. Lakukan gerakan tersebut pada satu payudara hingga aliran asi menurun (hanya menetes), lalu lanjutkan pada payudara yang lainnya. Lakukan bergantian.

Menyimpan ASI
Media menyimpan ASI dapat menggunakan botol kaca, botol plastik non BPA, atau kantung plastik dengan label food grade. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Perhatikan juga suhu tempat penyimpanan ASI. ASI yang disimpan dalam suhu kamar (25 derajat C) tahan 4 - 6 jam. ASI yang disimpan dalam suhu 19 – 22 derajat Celcius tahan hingga 10 jam. Dalam suhu 15ºC ASI bisa bertahan hingga 24 jam. Jika disimpan dalam kulkas bisa bertahan hingga 2 minggu. Jangan simpan di bagian pintu, tetapi simpan di bagian paling belakang lemari pendingin, yang merupakan bagian yang paling dingin dan tidak terlalu terpengaruh perubahan suhu.
Ketahanan ASI dalam freezer:
3 bulan dalam freezer yang terdapat di dalam lemari pendingin (kulkas 1 pintu).
6 bulan dalam freezer yang terpisah dari lemari pendingin (kulkas 2 pintu).
6–12 bulan dalam freezer khusus yang sangat dingin (<18ºc). style="font-weight: bold;">Menyajikan ASI
Untuk menyajikan ASI yang beku, ASIP tersebut dipndahkan dari freezer ke lemari pendingin dan simpan selama 12 - 24 jam. Kemudian keluarkan ASI dari lemari pendingin dan tempatkan ke dalam wadah berisi air panas untuk menghangatkannya. Jangan panaskan ASI langsung di atas kompor atau menggunakan microwave karena akan merusak kandungan ASI. Berikan ASI kepada bayi dengan menggunakan sendok. Hindari menggunakan dot, karena akan berisiko bayi mengalami bingung puting. Read More ..

Rabu, 09 Juni 2010

Penting! Menyusui Pada 1 Jam Pertama

“Menyusui pada SATU jam pertama kehidupan dilanjutkan dengan menyusui ekslusif 6 bulan, menyelamatkan lebih dari satu juta bayi.”

Air Susu Ibu (ASI) telah terbukti mempunyai keunggulan yang tak bisa digantikan susu manapun, karena ASI mengandung zat gizi yang selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat, bahkan ketika sakitpun kandungan gizi ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. ASI juga berfungsi sebagai imunitas (kekebalan) terhadap penyakit, sehingga anak akan sulit terserang penyakit.

ASI merupakan hak anak, untuk kelangsungan hidup dan tumbuh berkembang secara optimal dan hak ibu untuk menyusui anaknya. Pemberian ASI juga dapat membentuk perkembangan intelegensia, rohani dan perkembangan emosional, karena dalam dekapan ibu selama disusui, bayi bersentuhan langsung dengan ibu serta mendapat kehangatan, kasih sayang dan rasa aman.

Saat ini, pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih dalam angka yang sangat memprihatinkan, karena secara umum masyakarat telah memberikan makanan pendamping pada sewaktu bayi masih berumur muda. Pemberian air dan madu disamping pemberian ASI juga diberikan sejak bayi lahir. Berdasarkan hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002-2003 pemberian ASI eksklusif pada bayi berumur 2 bulan hanya 64%. Presentase ini menurun dengan jelas menjadi 46% pada bayi berumur 2-3 bulan dan 14% pada bayi berumur 4-5 bulan. Keadaan lainyang memprihatinkan adalah 13% dari bayi berumur 2 bulan telah diberi susu formula dan 15% telah diberi makanan tambahan. Padahal menyusui pada jam pertama akan menghindarkan ibu dari bahaya pembengkakan payudara dan saluran ASI tersumbat.


MENYUSUI SATU JAM PERTAMA KEHIDUPAN

A. Menyusui SATU jam pertama yang menakjubkan

Apabila bayi sehat diletakkan segera pada perut dan dada ibu setelah lahir untuk kontak kulit ibu dan kulit bayi, bayi memperlihatkan kemampuan yang menakjubkan. Bayi siaga. Bayi bisa merangkak, dirangsang oleh sentuhan ibu yang lembuh, melintasi perut ibu mencapai payudara.

Bayi mulai menyentuh dan menekan payudara. Sentuhan awal yang lembut oleh tangan atau kepala bayi pada payudara merangsang produksi hormon oksitoksin ibu, sehingga mulailah ASI mengalir dan juga meningkatkan rasa cinta kasih pada bayi.

Kemudian bayi mencium, menyentuh dengan mulut dan menjliti puting ibu dan akhirnya bayi melekat pada payudara dan mengisap minum ASI.

Urutan kegiatan ini penting bagi bayi manusia untuk bisa bertahan hidup.

Meski banyak peneliti menjelaskan perilaku normal ini, namun baru sekarang kita menemukan pentingnya memberikan kesempatan pada ibu dan bayinya untuk memperoleh pengalaman ini. Untuk pertama kali, peneliti telah menilai dampak dari memperoleh makanan pertama ini terhadap kematian bayi baru lahir. Kematian berkurang apabila tindakan segera mulai menyusui bayi baru lahir dilakukan SATU jam pertama.

B. Mengapa kontak kulit ibu-bayi setelah lahir dan menyusui dalam SATU jam pertama ini begitu penting?
  1. Tubuh ibu membantu kehangatan bayi dengan tepat, yang penting khususnya untuk bayi kecil dan bayi berat lahir rendah
  2. Bayi berkuang stress, lebih tenang, pernapasan dan detak jantung lebih stabil
  3. Bayi terpapar pertama terhadap kuman ibu yang kebanyakan tidak berbahaya atau kuman yang telah direspon dengan tersedianya faktor protektif dalam ASI. Kuman ibu membentuk koloni yang sama dalam usus dan kulit bayi serta melawan kuman berbahaya dari petugas dan lingkungannya. Dengan demikian mencegah terkena infeksi.
  4. Bayi memperoleh kolustrum sebagai minuman pertama-disebut cairan berstandar emas-ada yang menyebutkan ”Karunia untuk hidup”, karena :
  • Kolustrum kaya akan sel aktif imunitas, antibody dan protein protektif lainnya. Jadi ini memberikan ”imunisasi pertama”, melindungi terhadap banyak infeksi. Ini membantu untuk mengatur perkembangan sistem imun bayi.
  • Kolustrum mengandung faktor pertumbuhan yang membantu kematangan saluran pencernaan bayi untuk berfungsi efektif. Ini menyebabkan kuman dan zat alergi sulit masuk ke badan bayi.
  • Kolustrum kayak akan vitamin A yang membantu melindungi mata dan mengurangi infeksi
  • Kolustrum merangsang bayi agar terjadi gerakan usus sehingga mekonium (tinja bayi yang berwarna hitam) cepat dikeluarkan dari usus. Ini mengatasi masalah zat dalam tubuh bayi yang menyebabkan bayi kuning (bilirubin) atau dapat menguranginya.
  • Kolustrum keluar hanya berjumlah sedikit, namun tepat apa yang dibutuhkan bayi yang baru lahir.
5. Sentuhan atau tekanan tangan, mulut dan kepala bayi serta isapan pada payudara merangsang produksi oksitosin. Hormon oksitoksin ini penting karena :
  • Oksitoksin menyebabkan kontraksi rahim. Ini bisa membantu keluarnya plasenta dan mengurangi perdarahan paska persalinan.
  • Oksitoksin merangsang hormon lain yang menyebabkan ibu merasa tenang, rileks dan ada yang menyebutkan ”jatuh cinta” dengan bayinya.
  • Oksitoksin merangsang aliran ASI dalam payudara ke mulut bayi
6. Perempuan mengalami senang yang luar biasa dengan pertemuan awal dengan bayinya dan sering ayah juga ikut berbahagia. Mulailah ikatan kasih sayang ibu dan bayi.

Secara keseluruhan kontak kulit dan pemberian kolustrum berkaitan dengan penurunan kematian, utamanya dalam bula pertama kehidupan manusia. Ini juga berkaitan dengan meningkatkan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif, dan lebih lama menyusui yang selanjutnya akan meningkatkan kesehatan dan menurunkan kematian.

C. Apakah tindakan mulai menyusui dalam SATU jam pertama yang normal ini merupakan semua yang dibutuhkan untuk menjamin keberhasilan menyusui eksklusif?

Tentu saja tidak. Ibu membutuhkan bantuan terus menerus untuk dapat menyusui eksklusif selama 6 bulan. Keluarga, petugas kesehatan, dukun dan semua yang ada di tingkat masyarakat memegang peranan penting dalam sistem jejaring dukungan pada ibu.

Petugas kesehatan,pengunjung kesehatan dan lainnya memerlukan pelatihan klinis dalam menilai menyusui, mengenai masalah dan pengetahuan serta ketrampilan untuk membantu ibu mengatasi masalah. Pelayanan tindak lanjut oleh petugas dalam 48-72 jam setelah persalinan, selanjutnya setelah satu minggu dan ketika ibu membutuhkan, memberi kesempatan untuk mengatasi masalah sedini mungkin dan untuk meyakinkan ibu bahwa semuanya bisa berjalan baik.

D. Bagaimana cara segera mulai menyusui dalam SATU jam pertama kehidupan?
  1. Berikan pendamping yang sesuai, peka sosial budaya dan mendukung membantu ibu bersalin.
  2. Anjurkan tindakan tanpa obat dalam membantu ibu menjadai persalinan.
  3. Izinkan posisi persalinan yang dilakukan ibu yang dipilih.
  4. Keringkan bayi secepatnya, pertahankan krim putih alami (vernix) yang melindungi kulit baru bayi.
  5. Letakkan bayi telanjang pada dada telanjang ibu, kulit bayi kontak dengan kulit ibu, menghadap ibu dan tutup selimut ibu dan bayi bersamaan.
  6. Biarkan bayi mencari payudara. Ibu dirangsang oleh sentuhan bayi dan dapat membantu posisi bayi dekat dengan puting (jangan paksakan bayi pada puting).
  7. Pertahankan bayi kontak kulit dengan kulit ibu hingga minum pertamanya dilakukan dan selama bayi menginginkannya lagi.
  8. Ibu yang mengalami operasi/sectio juga harus mendapatkan kontak kulit dengan kulit bayinya setelah lahir.
  9. Tunda tindakan/prosedur bayi yang membuat sakit/stress : bayi ditimbang, diukur dan diberi obat pencegahan, setelah bayi minum ASI.
  10. Bayi jangan diberi cairan pralaktal atau minuman kecuali ada indikasi medik yang jelas
E. Kepercayaan dan mitos-mitos yang salah : Hambatan untuk tindakan menyusui yang normal
1. Kolustrum tidak baik atau bahkan bahaya untuk bayi
* Imunisasi pertama – melindungi terhadap infeksi saluran cerna dan infeksi lain
* Pencahar untuk mengurangi ikterus bayi (bayi kuning)

TIDAK! Kolustrum sangat utama untuk tumbuh kembang yang sehat dari bayi:
2. Bayi membutuhkan teh khusus atau cairan lain sebelum menyusui

TIDAK! Cairan pralaktal apapun (pemberian minuman sebelum mulai menyuysui) meningkatkan risiko bayi terkena infeksi, menurunkan keberhasilan pemberian ASI ekslusif dan memperpendek lama menyusui.
3. Bayi tidak akan mendapatkan cukup makanan/cairan bila hanya diberi kolustrum/ASI

TIDAK! Kolustrum cukup untuk makanan pertama bayi. Adalah normal bila bayi baru lahir kehilangan berat lahir 3-6%. Bayi dilahirkan dengan cadangan air dan gula dalam tubuh untuk digunakan saat ini.
4. Bayi akan kedinginan

TIDAK! Bayi derada pada suhu aman apabila dilakukan kontak kulit dengan sang ibu. Yangmenakjubkan, suhu payudara ibu meningkat 0.5 derajat dalam 2 menit bila bayi diletakkan di dada ibu.
5. Ibu terlalu lelah setelah persalinan dan melahirkan untuk menyusui bayinya segera

TIDAK! Keluarnya oksitoksin karena kontak kulit dan menyusui, membantu menenangkan ibu setelah bayinya lahir.
6. Adalah penting mengisap mulut hidung tenggorokan bayi sebelum mulai bernapas untuk nencegah mengisap cairan ibu bersalin terutama bila bayi mempunyai gerakan usus selama persalinan

TIDAK! Mengisap bayi baru lahir normal sehat tidak menurunkan terjadinya aspirasi mekonium (tinja hitam bayi) dan dapat melukai jaringan mulut tenggorokan atau pita suara. Isap lambung juga menganggu bayi menyusu.
7. Vitamin K dan pengobatan mencegah infeksi mata oleh gonorrhea harus diberikan segera setelah bayi lahir

TIDAK! The American College of Obstetrics and Gynaecology dan The Academy o Breastfeeding Medicine menyatakan bahwa tindakan pencegahan ini dapat ditunda selama satu jam, setelah bayi menyusu, tanpa risiko pada bayi. Mereka dalam hal apapun tidak memerlukan pemisahan bayi dari ibu.
8. Ibu membutuhkan pemberian obat untuk menghilang sakit karena persalinan normal

TIDAK! Penggunaan analgesi/anastesi persalinan dapat mengurangi kesadaran bayi, menghambat perilaku bayi mencari payudara dan menunda inisiasi menyusui sampai beberapa jam atau beberapa hari. Adanya teman pendamping selama persalinan bisa mengurangi rasa sakit dan hasil obstetric yang lebih baik.
9. Memerlukan banyak tenaga dan waktu untuk membantu ibu saat ini

TIDAK! Ketika bayi di dada ibu penolong persalinan dapat melanjutkan penilaian rutin ibu dan bayi atau tugas lainnya. Bayi akan menemukan caranya sendiri pada dada ibu.

F. Apakah kontak kulit dengan kulit, bermasalah pada ibu dengan HIV positif?

Meski pada seorang ibu dengan HIV positif, pemberian susu formula memenuhi pesayaratn AFASS (bisa diterima, dapat melaksananan mampu beli berkelanjutan dan aman) dan memilih untuk tidak menyusui, harus juga dilakukan kontak kulit dengan sang bayi. Pasangan ibu-bayi ini secara khusus rentan. Kontak kulit memberikan kedekatan khusus awal ikatan ibu dan bayi.

Bila kondisi tidak AFASS, menjadi penting bagi ibu dan bayi untuk kontak kulit segera setelah bayi lahir dan mulai menyusui dalam jam pertama. Pada bayi-bayi ini, mendapatkan ASI Eksklusif berdampak menurunkan risiko penularan virus HIV daripada pemberian ASI campur susu formula (mixed feeding). Ingat bagi ibu yang tidak diketahui status HIVnya, direkomendasikan pemberian ASI eksklusif.

Sumber :
Pedoman Pelaksanaan Pekan ASI Sedunia Tahun 2007 – Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia.
www.aimi-asi.org

Read More ..

Minggu, 06 Juni 2010

Mengapa Proses IMD Berlangsung 60 Menit?

Seperti apakah sebenarnya proses IMD yang benar dan mengapa harus minimal 60 menit?

Proses IMD (Inisiasi Menyusu Dini) dilakukan segera setelah bayi lahir, selama minimal 60 menit. Bayi tidak dimandikan, hanya dibersihkan kering kecuali bagian tangan dan telapak tangan.

Umumnya pada 30-45 menit pertama, bayi hanya akan diam di dada ibu, yaitu untuk menenangkan dirinya setelah proses kelahiran. Tahapan ini juga memberikan ketenangan bagi sang ibu. Selanjutnya bayi akan bergerak mendekati puting ibu. Dalam prosesnya bayi akan memijat perut dan payudara ibu. Pada akhirnya bayi akan mencapai areola dan puting ibu untuk kemudiam memulai proses menyusu.

Hal yang penting dalam proses IMD adalah terjadinya kontak kulit (skin-to-skin contact) antara bayi dan ibu. Bayi mendapatkan bakteri-bakteri baik dari dada ibu yang bermanfaat bagi pencernaannya yang masih rentan. Selain itu manfaat besar dari kontak kulit ini adalah meningkatkan rasa percaya diri ibu sehingga melancarkan ASI.

Oleh sebab itu, IMD harus dilakukan lebih dari 60 menit agar ibu dan bayi bisa mendapatkan kesempatan kontak kulit yang optimal dan melakukan proses menyusu sesegera mungkin pada saat refleks menghisap bayi muncul.

Sumber:
www.aimi-asi.org
Read More ..